Sabtu, 24 September 2011

Merancang Web Data Base untuk Content Server

  Admin on Sun Jun 13, 2010 7:03 pm
1. Tujuan yang jelas
Salah besar! jika sobat hanya ingin sekedar tampil atau mempunyai web.
Sebuah web tanpa tujuan dan arah yang jelas/fokus hanya akan membuat
bingung dan kecewa pengunjung. Selanjutnya sang pemilik akan patah
semangat. Definisikan terlebih dahulu apa yang ingin ditampilkan, siapa
audience dan apa targetnya. Jika dibangun dengan team, maka duduk
bersama dan menuangkan ide dalam dokumentasi rencana adalah hal wajib.
Contoh tujuan sebuah web adalah : company profile, menjual produk,
tutorial, komunitas, blog, pencarian, program dsb.
2. Kriteria Web
Menurut ADAS (Academy of Digital Arts & Sciences) sang penyelenggara
Webby Awards memberitahukan bahwa ada 6 kriteria yang perlu
diperhatikan dalam membangun sebuah web. Yakni :
1. Content
Content atau isi merupakan jantung dari sebuah web. Denyutan
jantung sama dengan isi yang yang selalu berganti (dinamis) dan
segar karena selalu uptodate. Sebuah situs yang tidak pernah update
berarti ‘mati’. Seolah menjadi bangkai di belantara internet. Gaya
bahasa dan model penulisan tidak harus sesuai aturan, akan lebih
baik disesuaikan dengan tema web dan target audience. Sebuah web
berita dapat juga mengambil content dari media lain (dengan
ketentuan) atau ber-partner secara resmi.
2. Struktur dan Navigasi
Struktur dan navigasi adalah peta sekaligus menu penunjuk jalan.
Inilah pentingnya sebuah konsep perencanaan, karena siftnya jarang
sekali diubah, maka harus dipikirkan dengan matang. Selain itu harus
konsisten, jika ternyata sangat beragam isinya maka perlu
dikelompokkan.
Syarat menu atau navigasi yang baik : mudah dipelajari, konsisten,
label dan teks jelas untuk dipahami, menawarkan alternatif lain tapi
tidak membingungkan. Merupakan hal yang baik, jika kita
menawarkan pilihan model animasi (high bandwith) dan pilihan
biasa (low bandwith).
3. Desain Visual
Tampilan merupakan hal utama. Kesan pertama haruslah ‘menggoda’
sehingga netter akan bersemangat untuk menjelajahi content yang
sudah tersedia. Tampilan tersebut juga harus relevan dengan tema
serta berukuran sekecil mungkin. Ingat! Netter seringkali tidak cukup
waktu untuk menunggu, jika terlalu lama maka tombol ‘close’ atau
berpindah web akan dilakukan. Apalagi bagi netter yang sangat
mementingkan bandwith seperti lewat seluler atau lokasi terpencil.
Desain visual merupakan perpaduan pemilihan warna, gambar, text
dan layout yang cantik. Efek animasi juga dibutuhkan, asalkan
proporsional. Kalo memang bisa dengan file.gif, kenapa harus
memakai flash?.Jangan lupa munculkan ide orisinil dan professional.
Simple and clean juga bagian dari sebuah design yang nge-tren.
Contohnya desain web Google dan Yahoo, tidak membosankan
bukan?
4. Fungsionalitas
Maraknya browser (alat utama untuk menikmati web) menjadi
momok tersendiri bagi pembuat web. Karena netter pasti ingin situs
yang dikunjungi harus sama tampilan desain dan fungsi-fungsinya
pada browser yang berbeda. Browser yang populer saat ini adalah :
Firefox, IE, Opera, Safari dan Nestcape. So jangan lupa untuk
mengetes dengan alat-alat diatas. Lebih bagus juga, cantumkan
browser apa yang bisa menampilkan secara maksimal isi dan fungsi
web sobat.
5. Interaktivitas
Sobat mestinya tidak ingin kalau webnya hanya seperti koran atau
brosur statis, bisu dan membosankan. Maka aspek interaktif sangat
diperlukan yakni : link dan feedback. Dengan saling menampilkan
link atau related link maka situs terkesan tidak hidup sendirian.
Dengan adanya feedback, menunjukkan bahwa web menyediakan
kolom input dari pengunjung baik berupa saran, cacian dan
penghargaan. Seringkali hal sepele menjadi kesalahan besar, seperti
feedback yang nggak pernah ditanggapi. Dan menampilkan link
‘dalam perbaikan’ adalah pekerjaan percuma alias membuat netter
kecewa. So tidak mungkin seorang yang telah dikecewakan akan
kembali bukan?
Contoh-contoh modul interaktif dalam web adalah : chat, forum,
search, tools, commerce dsb. Tidak harus semua dijejalkan pada
suatu web tetapi pilih mana yang proporsional dan sesuai
kemampuan dan tujuan awal situs dibuat.
6. Overall Experience
Tidak semua bagian situs menarik, pasti ada tempat-tempat favorit
yang ditunggu dan dilihat netter. Maka analisis dan kenalilah bagian
mana dari situs sobat yang banyak penggemarnya.
Seorang netter yang merasa ‘terkesan’ dengan sebuah situs akan
melakukan hal-hal antara lain: memberitahukan kepada teman,
mengingat/mencatat alamat domain, mem-bookmark atau
memberikan feedback.
3. Tempat Hosting yang terjamin
Ini tidak berlaku bagi web yang dikelola dalam server sendiri. Hosting
merupakan tempat yang kita sewa untuk menyimpan web dan database
yang telah kita buat.
Sewa yang ditawarkan penyedia jasa hosting biasanya dalam waktu bulanan
dengan spesifikasi tertentu seperti : space, bandwith, mail, pop3, database,
milist, report dsb.
Jangan pernah tergiur harga yang terlalu murah! Karena bisa jadi
penyedianya tidak jelas. Dan jangan lupa fasilitas Control panel sebagai
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
pusat pengaturan web haruslah mudah dipahami.
4. Nama Domain
Memilih nama domain sebaiknya tidak sembarangan. Karena dengan nama
itulah kita akan diingat oleh pengunjung web selamanya. Jika kita memilih
nama yang susah diingat atau membuat pengunjung berpotensi ‘salah’ ketik
maka dipastikan pengunjung berkurang atau bisa tersesat. Termasuk
menghindari kode “-“,”_” dalam pemilihan nama domain kecuali jika
terpaksa.
Akhiran domain disesuaikan dengan content web yang dibuat. Jika sebuah
web yayasan atau organisasi mustinya berakhiran dengan .org atau or.id.
Untuk content yang general atau berbau bisnis, .com adalah pilihannya.
Disarankan untuk membeli nama domain dengan menyewa hosting dalam
tempat berbeda. Ini dimaksudkan agar kita bisa mengelola domain dan
hosting secara terpisah sehingga tidak ada ketergantungan dengan pihak
lain.

Panduan Menginstal Ubuntu 11.04

Minggu, 01 Mei 2011
Panduan Menginstal Ubuntu 11.04
Canonical telah resmi mengumunkan kehadiran Ubuntu 11.04 beberapa hari lalu. Seperti biasa kami telah meraih salinan dari sistem operasi yang paling dinantikan itu dan menyajikannya untuk Anda.

Sebelum menginstal Ubuntu 11.04, kami ingatkan pada Anda bahwa Ubuntu 11.04 secara default menggunkan Unity sebagai default sesi Ubuntu Desktop. Bagi yang telah terbiasa menginstal distro Linux atau versi Ubuntu sebelumnya, proses penginstalan Ubuntu terbaru ini tidak jauh berbeda dan Anda tidak akan mengalami banyak kesulitan.

Bagi Anda yang baru pertama menginstal Ubuntu sebagai sistem operasi pada komputer yang Anda gunakan, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan instalasi. Hal itu perlu kami sampaikan karena sekecil apapun kesalahan yang dilakukan selama proses instalasi berpotensi menghapus atau menghilangkan data dan file-file penting lainnya dan itu tidak akan pernah dapat dikembalikan lagi.

Perhatikan juga bahwa dalam simulasi penginstalan Ubuntu 11.04 ini kami menggunakan sebuah harddisk kosong berkapasitas 40GB sehingga belum ada data atau sistem operasi lain terinstal dalam harddisk tersebut. Karenanya, bagi pemula kami menyarankan untuk menggunakan harddisk yang kosong sehingga tidak akan mengalami kesulitan dalam mengikuti tutorial ini.

Siapkan installer Ubuntu 11.04 versi Desktop, bagi yang belum memilikinya silahkan mendownload di sini lalu memburningnya kedalam sebuah CD.

Sebelum melakukan instalasi, jalankan CD Ubuntu 11.04 sebagai media boooting pertama, pada layar selamat datang "Welcome" pilih opsi "Try Ubuntu" untuk menjalankan Ubuntu 11.04 sebagai Live CD desktop, tujuan langkah ini adalah untuk memastikan installer dan media pembaca yang Anda gunakan dalam kondisi baik. Langkah ini juga digunakan untuk memeriksa apakah semua perangkat pada komputer yang digunakan dapat dikenali dengan baik oleh Ubuntu. Jika semua berjalan lancar, Anda dapat menggunakan shortcut "Install Ubuntu" yang terdapat pada desktop atau merestart komputer untuk memulai istalasi secara langsung.

Pada layar "Preparing to install Ubuntu", Ubuntu akan memeriksa kesiapan perangkat termasuk ketersediaan koneksi internet. Pada langkah ini, jika Anda memiliki koneksi internet kami sarankan sebaiknya menonaktifkan opsi "Download update while Installing" dan "Install this third-party software" karena akan membuat proses instalasi berjalan lama. Tekan tombol "Forward" untuk melanjutkan kelangkah berikutnya...


Pada layar "Allocate drive space" akan ada dua opsi "Erase disk and install Ubuntu" dan "Something else" jika harddisk dalam keadaan kosong. Namun jika pada harddisk sudah terdapat sistem operasi lain misalnya Ubuntu 10.10 maka opsi yang ditampilan adalah "Intstall Ubuntu 11.04 alongside Ubuntu 10.10", "Upgrade Ubuntu 10.10 to 11.04", "Erase Ubuntu 10.10 and reinstall" dan "Something else". Karena pada contoh ini kami menggunakan harddisk kosong, pilih menu terakhir "Something else" untuk membuat partisi secara manual (untuk cara menginstal Ubuntu 11.04 bersama sistem operasi lain atau untuk mengupgrade Ubuntu 10.10 akan kami sampaikan dalam artikel yang berbeda). Tujuan pembuatan partisi secara manual dapat Anda baca pada artikel "Cara membuat partisi secara manual pada Ubuntu". Tekan tombol "Forward" untuk melanjutkan...

Pada layar berikutnya, harddisk yang kami gunakan dikenali sebagai "/dev/sda", tekan tombol "New Partition Table..." (karena harddisk yang digunakan masih dalam kondisi kosong) sehingga Anda akan mendapatkan sebuah "free space".


Membuat partisi swap - Pilih pada free space itu lalu tekan tombol "Add". Pada jendela "Create new partition" pilih opsi "Primary" pada "Type for the new partition:", masukkan nilai besarnya kampasitas partisi swap yang ingin Anda buat dalam satuan megabytes, misalnya 1024 pada "New partition size...". Pilih opsi "Beginning" pada "Location for...", pilih opsi "swap area" pada menu dropdown "Use as:", lalu tekan tombol "OK" untuk membuat partisi swap...

Membuat partisi / (partisi root tempat menginstal sistem) - Pilih pada free space yang masih ada lalu tekan tombol "Add". Pada jendela "Create new partition" pilih opsi "Primary" pada "Type for the new partition:", masukkan nilai besarnya kampasitas partisi "/" yang ingin Anda buat dalam satuan megabytes, misalnya 20000 pada "New partition size...". Pilih opsi "Beginning" pada "Location for...", pilih opsi "ext4journaling file system" pada menu dropdown "Use as:", pilih "/" pada menu dropdown "Mount point:" lalu tekan tombol "OK" untuk membuat partisi "/"...


Membuat partisi /home (partisi home tempat menyimpan data dan pengaturan user) - Pilih pada free space yang tersisa lalu tekan tombol "Add". Pada jendela "Create new partition" pilih opsi "Primary" pada "Type for the new partition:", masukkan nilai besarnya kampasitas partisi "/home" yang ingin Anda buat dalam satuan megabytes, misalnya 20000 atau seberapapun sisa ruang bebas yang masih ada pada "New partition size...". Pilih opsi "Beginning" pada "Location for...", pilih opsi "ext4journaling file system" pada menu dropdown "Use as:", pilih "/home" pada menu dropdown "Mount point:" lalu tekan tombol "OK" untuk membuat partisi "/home"...

Setelah semua partisi yang dibutuhkan siap, tekan tombol "Install Now" untuk memulai proses penginstalan...


Langkah selanjutnya Anda hanya akan diminta untuk memasukkan informasi pribadi yang dibutuhkan sistem. Tentukan kota tempat tinggal Anda, pilih keyboard layout yang digunakan atau biarkan dalam keadaan default.

Pada layar "Who are you?", masukkanlah semua informasi yang diperlukan. Masukkan nama lengkap Anda pada "Your name:", masukkan nama komputer yanga Anda inginkan pada "Your computer's name:" atau biarkan sistem yang menentukan, masukkan user name yang ingin Anda gunakan untuk login pada "Pick username:" atau biarkan sistem yang akan menyesuaikan denga nama Anda (sebaiknya tentukan sendiri), masukkan password yang ingin digunakan pada "Choose a password:" dan "Confirm your password:". Terakhir, pilihlah opsi bagai mana cara sistem untuk login, sebaiknya Anda memilih opsi "Require my password to log in" dan jangan memilih opsi "Encrypt my home folder" jika Anda tidak mengetahui kegunaannya.


Kini Anda tinggal menanti proses instalasi diselesaikan, restart komputer jika proses telah dinyatakan selesai dan ditampilkan dialog informasi.


Ini adalah boot spash Ubuntu 11.04...


Pada layar login GDM, pilih atau masukkan username dan password Anda lalu tekan enter atau tekan tombol "Login" untuk menjalankan desktop Ubuntu.

Akan ditampilkan dialog peringatan jika VGA yang digunakan belum dikonfigurasi/dikenali, klik tombol "Close" dan secara otomatis Anda akan masuk ke sesi "Ubuntu Classic" menggunakan Gnome 2.32.1 sebagai lingkungan desktop.

Untuk dapat menggunakan Unity, Anda memerlukan perangkat grafis yang telah dikenali Ubuntu atau Anda dapat mengkonfigurasi/menginstal driver VGA yang digunakan.

Inilah desktop cantik Unity pada Ubuntu 11.04...


Untuk panduan gambar instalasi dan desktop Ubuntu 11.04, selengkapnya dapat Anda temukan pada halaman Galeri Ubuntu 11.04.

Sayang sekali lingkungan desktop Gnome terbaru, GNOME 3 belum disertakan pada Ubuntu terbaru ini. Namun kami tidak akan membiarkan Anda terlalu lama kecewa karena kami akan segera datang dengan membawa cara menginstal GNOME 3 pada Ubuntu 11.04, selamat menantikan... :D
Diposkan Boja Linuxer Pukul 13:24
Labels: Tutorial

Template by:

Free Blog Templates